PEMOTONGAN DENGAN NYALA
OKSIASETILEN
Di sekitar ujung selang tabung
utama yang dialiri oksigen murni, terdapat beberapa lubang-lubang kecil
(orifices) yang dimaksudkan untuk saluran nyala pemanas mula, sebelum
pemotongan dimulai.
Prinsip dasar pemotongan dengan nyala
adalah: memanfaatkan sifat afinitas (bercampurnya) oksigen dengan besi dan
baja. Pada suhu relatif rendah, reaksi afinitas ini berlangsung lambat, tetapi
dengan meningkatnya suhu, maka reaksi berlangsung cepat dan terbentuk oksida,
sehingga pada temperatur tertentu (baja memijar), terbentuklah: oksida besi.
Sebagai contoh; diperlukan sekitar
0,00225
oksigen untuk meng-oksidasi 1
besi. Nyala oksiasetilen ini dapat memotong benda
dengan ketebalan = 760 mm.


Jalan nya proses (lihat gambar
ilustrasi):
- Model
atau pola terbuat, biasanya terbuat dari logam yang keras
- Alat
pencacah mengatur pergerakan nyala yang di sesuaikan dengan alur dari pola
- Pada
mesin konvensional, digunakan tangan untuk menggerakan alat pencacah
- Untuk
mesin-mesin yang lebih canggih, bisa menggunakan “mata elektrik”
yang dapat meng-indera garis-garis gambar (pola) yang dimaksud, sehingga
dalam hal ini pola dari logam tidak diperlukan lagi.
- Untuk
mesin yang lebih maju, dapat menggunakan CNC-machine.
Hampir semua jenis logam dapat
dipotong dengan nyala ini, tetapi agak sulit untuk: besi cor, paduan bukan besi
dan paduan dengan % Mn yang tinggi.
Catatan:
Untuk aplikasi dibawah permukaan
air, maka alat nya harus dilengkapi oleh 3 (tiga) buah selang, yang
penggunaan nya sebagai berikut:
- satu selang untuk gas pemanas mula
(biasanya hidrogen, asetilen kurang
aman)
- satu selang untuk saluran Oksigen
- satu selang untuk udara bertekanan
Udara bertekanan dimaksudkan untuk
menghasilkan gelembung-gelembung udara di sekitar ujung nyala pemotong,
sehingga nyala tersebut bisa stabil dan air tidak membasahi ujung nyala.
14.7. LAS RESISTENSI
LISTRIK
Las resistensi listri atau
disebut juga las tahanan listrik, biasanya digunakan untuk lembaran-lembaran
yang relatif tipis, namun agak sulit untu bahan-bahan yang terbuat dari: timah
putih, seng dan timbal.
Arus yang cukup besar dialirkan
melalui logam induk, sehingga menimbulkan panas pada benda kerja yang akan
disambung dan dibawah pengaruh tekanan, terbentuklah sambungan las.
Alat transformator pada mesin las
ini, berfungsi untuk merubah tegangan arus bolak-balik (AC) dari 110 V/220V
menjadi (4 s/d 12) Volt dan arus nya menjadi cukup besar sehingga dapat
menghasilkan panas yang diperlukan. Besar nya arus yang diperlukan pada daerah
sambungan berkisar antara (50 s/d 60)
untuk selama 10 detik dan tekanan yang diperlukan
antara: (30 s/d 55)MPa.

Pada pengelasan resistensi listrik,
ada 3-variabel penting yang perlu diperhatikan:
- Arus listrik pengelasan; 

- Tahanan listrik;
Jumlah panas =




- Waktu; t 

Besar nya arus pengelasan, dibatasi
oleh kemampuan transformator, dimana arus sekunder nya di atur dengan cara
mengendalikan jumlah lilitan kumparan
primer nya.
Keterangan:
- Untuk
mendapatkan hasil pengelasan yang baik, maka ke-3 (tiga) variabel diatas,
perlu diperhatikan dan ditentukan dengan cermat
- Waktu
pengaliran (“waktu tenggang”) arus listrik, harus lah ada, yaitu saat
sambungan las mulai terbentuk. Bila sambungan las sudah terbentuk, arus
listrik dihentikan, namun tekanan tetap ada, sampai sambungan las menjadi
dingin. Hal ini dimaksudkan agar tidak timbul nyala/busur di antara
elektroda dan sambungan
- Gaya
tekan yang diperlukan, dapat dilakukan secara manual maupun otomatis.
Ada 6 (enam) macam/jenis/tipe
pengelasan resistensi listrik, yakni:
- Las
Titik
- Las
Proyeksi
- Las
Kampuh
- Las
Tumpul
e. Las Nyala
f. Las Perkusi.
LAS
TITIK
Las titik digunakan untuk
melas dua atau lebih lembaran logam yang dijepit diantara elektroda logam.
Proses pengelasan mulai terjadi pada saat elektroda bersinggungan dengan logam
dibawah pengaruh tekanan sebelum arus listrik dialirkan (periode ini disebut:
“waktu tekan”). Setela waktu tekan selesai, arus listrik mengalir dengan
voltase rendah, sehingga logam induk yang bersinggungan menjadi panas, hingga
mencapai suhu pengelasan. Setelah logam-logam induk menyatu, arus listrik
dihentikan, namun tekanan tetap ada (periode ini disebut: “waktu tenggang”).
Syarat las listrik yang baik adalah
permukaan logam induk harus bebas dari karat dan kotoran (karat dan kotoran
dapat meningkatkan nilai tekanan permukaan dan menimbulkan panas lokal yang
berlebihan).
Bila terjadi panas lokal yang
berlebihan, maka pada daerah tersebut, bukan pengelasan yang terjadi seperti
yang diharapkan, tetapi “pengecoran”, karena logam induk nya bisa mencair pada
temperatur tertentu (suhu titik didih logam induk).
Las titik merupakan salah
satu jenis las resistensi listrik yang paling sederhana, namun demikian bila
digunakan untuk pengelasan lembaran baja biasa, akan memberikan hasil yang
cukup memuaskan, asalkan permukaan lembaran baja yang akan dilas bersih dan bebas dari kotoran lain nya.
Pada pengelasan titik ini,
akan ada timbul panas di 5 (lima) daerah, seperti yang di jelaskan pada halaman
berikut ini.
No comments:
Post a Comment